Selasa, 20 Januari 2026

Viral, Siswi SD Gagalkan Aksi Pencurian

Kepedulian Polri terhadap pemulihan psikologis masyarakat kembali diwujudkan Polda Sumatera Utara. Melalui Bagian Psikologi (Bagpsi) Ro SDM Polda Sumut bersama konselor Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, dukungan psikososial diberikan kepada seorang anak yang menjadi korban peristiwa pencurian di wilayah hukum Polda Sumut.

Kegiatan dukungan psikososial tersebut dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, bertempat di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubbagpsipol Bagpsi Ro SDM Polda Sumut, Kompol Zulhafni SPsi MPsi didampingi Ps Kanit PPA Polrestabes Medan selaku konselor, IPTU Dearma Agustina SH MH serta didukung personel Bagpsi Ro SDM Polda Sumut dan Unit PPA Polrestabes Medan.

Adapun subjek pendampingan merupakan berinisial JV (9), seorang siswi SD di Kota Medan, yang viral di media sosial setelah berupaya menggagalkan aksi pencurian terhadap handphone (Hp) milik ayahnya dan mengalami luka-luka akibat terseret sepeda motor pelaku lebih kurang 100 meter.

Kasubbagpsipol Bagpsi Ro SDM Polda Sumut Kompol Zulhafni SPsi MPsi menyampaikan bahwa pendampingan psikososial ini bertujuan untuk membantu proses pemulihan psikologis korban pascakejadian.

“Kami hadir untuk memberikan penguatan mental, motivasi, serta rasa aman kepada anak dan keluarganya, agar trauma yang dialami tidak berlarut-larut dan anak dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap aspek kemanusiaan, khususnya perlindungan anak.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis serta memastikan hak-hak anak tetap terlindungi,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan dukungan emosional, edukasi sederhana, serta komunikasi empatik kepada korban dan keluarga, guna menumbuhkan kembali kepercayaan diri serta rasa aman.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang humanis dan peduli terhadap kondisi psikologis masyarakat. (HS)