Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) merayakan kebaktian Pentakosta, Senin sore (25/5/2026) di GSRI Jalan Veteran Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Doa pembuka disampaikan oleh Gembala Sidang GSRI Pdt Drs Ependi Bukit dan dilanjutkan dengan pujian yang dibawakan oleh Pdt Tamat Bangun. Ibadah pentakosta itu diikuti sekitar 1200 orang yang datang dari wilayah Sumut, NTT, Seram, Bali, Jawa, Lampung, Jambi, Riau dan lainnya.
Dalam kesempatan ini Ibu Rohani br Ginting menyampaikan kesaksian tentang perkembangan sidang GSRI.
Dalam firman-nya disampaikan oleh Gembala Sidang GSRI Pdt Drs Ependi Bukit dikatakan Pentakosta adalah peristiwa penting dalam sejarah gereja dalam menggenapi janji-Nya untuk mencurahkan roh kudus.
Dalam hal itu dibutuhkan persekutuan dengan Tuhan yang hendaknya selalu dijaga untuk hubungan yang selalu harmonis dalam kehidupan pelayanan.
Dalam 1 Korintus 10:14-17 perayaan perjamuan kudus merupakan sebagai bentuk persekutuan dengan Kristus. Ayat 16-17 menjelaskan bahwa roti yang dipecah-pecahkan melambangkan persekutuan dengan tubuh Kristus ditambah persekutuan dengan Kristus (Ayat 16): Perjamuan kudus (roti dan anggur) adalah bentuk persekutuan sejati dengan tubuh Kristus.
Ditambahkan, namun semuanya itu bukan dengan kuat dan gagah, dalam Zakharia 4 : 6 disampaikan bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku,
“Semua dapat diberdayakan dan dipakai oleh Tuhan tapi dengan kekuatan roh kudus. Bukan sekedar memperingati tapi mengalami dlm kehidupan untuk kemajuan dlm pelayanan sidang GSRI.
Melalui kekuatan roh Kudus jiwa-jiwa dapat diselamatkan dan dipersehatikan dalam. keberagaman ernis dari Sabang sampai Merauke, “ujarnya.
Dalam kebaktian Pentakosta ini roh Kudus bekerja melawat yang hadir, termasuk Hamba Tuhan dan para pelayan. tidak ketinggalan melawat para jemaat dan memberi pengampunan bagi jemaat yang berdosa.
Sebagai informasi, dalam Pentakosta pertama kali pencurahan Roh Kudus ketika orang percaya berkumpul dan berdoa di Yerusalem sekitar 2000 tahun silam.
Dalam persehatian itu mereka dipenuhkan oleh Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya, Kisah rasul 2 : 14.
Tujuan pencurahan roh kudus untuk memimpin umatnya dalam kebenaran. Dalam Yohanes 16:13, tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (RS)











