Tuhan Yesus sudah menjadi teladan dengan berkorban di kayu salib golgota demi keselamatan umat manusia dengan memberikan kasihnya. Untuk itu adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.
Dalam lemurahan hati orang Samaria yang melihat dan tergerak hatinya bertindak untuk menolong orang Yahudi yang dirampok dari Yerusalem ke Yerikho dalam Lukas 10 :25-37. Setelah bertindak, ia membalut luka-lukanya, ia menaikkan orang itu ke kedelai dan membawanya ke tempat penginapan untuk merawatnya, Orang yang dirampok itu ada di sekitar kita yaitu mereka yang menderita, terluka,kekurangan, miskin, gagal dah hancur dalam kehidupannya. Jadi kekristenan adalah memberi kasih dan mengasihi.
Demikian firman Tuhan yang disampaikan oleh Ps Oktavianus D Pasaribu dalam kebaktian menyambut perayaan hari kemardekaan RI yang digelar oleh Menara Doa Kota dan Chinese Community pada hari Kamis (13/08/2026) di Jalan Nibung II Medan.
Bakti sosial dalam kegiataan tersebut berlangsung dengan baik yang dikuti pemeriksaan therapy, doa, konseling, obat, cek darah beserta cek kolesterol bersama 250 orang.
Pembina Menara Doa Kota: Ev Anche Colia menjelaskan perayaan hari kemardekaan RI yang digelar oleh Menara Doa Kota dan Chinese Community ingin berdampak bagi kota Medan dengan melakukan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat di kota Medan. “Cinta tanah air itu sama dengan kita mengasihi orang yang membutuhkan.”
Acara ini bersama tim medis di kota Medan kerjasama panitia dari Menara Doa Kota dan Chinese Community bersama Gembala GBI Pdt Elisabeth. Bety Leo dan Pdm Jenni dari Chinese Community dan Leolita dari Menara doa. (RS)











