Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen mengawali kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dengan doa bersama untuk almarhum Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau Guruh Soekarnoputra.
Kegiatan bertema “Gotong Royong” itu digelar di Jalan Lubuk Kuda, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Minggu (27/9/2026). Dihadiri Camat Medan Perjuangan Ika Handayani Tarigan, Lurah Sei Kera Hulu Eko Haryadi, Ketua Tim Kerja Bela Negara Kesbangpol Kota Medan Rahma serta ratusan peserta.
Doa bersama tersebut dilakukan menyusul kabar duka wafatnya Guruh Soekarnoputra pada Sabtu (26/9/2026). Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno tersebut meninggal dunia pada usia 73 tahun.
Di hadapan ratusan peserta Wasbang, Wong mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Marilah kita berdoa. Semoga almarhum husnul khotimah, Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Aamiin YRA,” ujar Wong.
Doa kemudian dipimpin tokoh agama setempat. Wong menyampaikan Guruh merupakan putra bungsu Soekarno dan Fatmawati yang dikenal sebagai seniman dan budayawan Indonesia.
Gotong Royong Disebut Jati Diri Bangsa
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Wong Chun Sen menekankan pentingnya mempertahankan budaya gotong royong di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.
Menurut Wong, gotong royong merupakan salah satu nilai yang melekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus dapat menjadi kekuatan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Gotong royong ini harus selalu kita gaung-gaungkan karena ini adalah salah satu jati diri bangsa Indonesia. Kita selalu bergotong royong,” kata Wong.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan gagasan Bung Karno mengenai Pancasila yang apabila diperas menjadi satu prinsip, disebut sebagai gotong royong.
Wong mengatakan semangat gotong royong dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari menjaga keamanan lingkungan, membantu warga yang menghadapi kesulitan, memperkuat ekonomi kerakyatan, mendukung UMKM, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
“Gotong royong jangan kita lihat sebagai beban atau kewajiban semata, tetapi sebagai modal sosial untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Dorong Gotong Royong di Era Digital
Wong juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas semangat gotong royong.
Menurut dia, masyarakat dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi mengenai persoalan sosial sehingga semakin banyak orang mengetahui dan ikut memberikan bantuan.
“Digital gotong royong ini kekuatannya sangat penting. Ada kejadian yang mungkin tidak bisa kita bantu secara langsung, tetapi melalui informasi yang kita sampaikan, orang lain bisa ikut membantu,” katanya.
Ia mencontohkan berbagai persoalan masyarakat yang menjadi perhatian publik setelah ramai diberitakan melalui media sosial.
Wong juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam sikap individualistis. Menurutnya, kehidupan bermasyarakat akan lebih kuat apabila warga saling mengenal, peduli dan bersedia membantu ketika tetangga menghadapi persoalan.
“Minimal kita tahu nama tetangga kita. Kalau ada apa-apa, kita bisa saling menyapa dan kalau ada masalah kita bisa saling menolong,” ucapnya.
Gotong Royong Perkuat Ekonomi dan Lingkungan
Dalam bidang ekonomi, Wong mendorong masyarakat untuk mengembangkan UMKM dan mendukung produk lokal sebagai bentuk nyata gotong royong.
“Dengan gotong royong dalam bentuk dukungan terhadap produk lokal, kita bisa menguatkan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Sementara dalam bidang sosial dan lingkungan, ia mengajak masyarakat bersama-sama menangani berbagai persoalan, termasuk kebersihan lingkungan dan persoalan sosial seperti stunting.
Wong menegaskan gotong royong harus dilakukan secara ikhlas, tanpa paksaan maupun mengharapkan imbalan.
“Prinsip dari gotong royong adalah bekerja bersama-sama dan saling membantu dengan ikhlas. Tidak boleh ada paksaan. Kalau ada imbalan, itu sudah bukan gotong royong namanya,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak selalu menunggu pemerintah bergerak. Menurutnya, masyarakat dapat terlebih dahulu mengambil langkah nyata di lingkungannya, kemudian pemerintah hadir memberikan dukungan.
CCTV Swadaya untuk Keamanan Warga
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Sei Kera Hulu Eko Haryadi menyampaikan sejumlah upaya warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Salah satunya melalui pemasangan 11 kamera CCTV secara swadaya yang dapat dipantau bersama oleh masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan lingkungan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi warga.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Bela Negara Kesbangpol Kota Medan Rahma menjelaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Rahma menyebut Kesbangpol Kota Medan memiliki sejumlah bidang kerja, antara lain penanganan konflik, partai politik dan pemilu, organisasi kemasyarakatan, serta ideologi dan wawasan kebangsaan.
Ia juga menjelaskan pembinaan nilai Pancasila diterapkan dalam pembinaan Paskibraka Kota Medan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan fisik, tetapi juga pembekalan mengenai nilai-nilai Pancasila.
“Ke depannya diharapkan anak-anak yang menjadi Paskibraka Kota Medan akan menjadi duta-duta Pancasila,” ujar Rahma.
Rahma pun mengajak masyarakat menjadi duta Pancasila di lingkungan masing-masing melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan mengamalkan nilai gotong royong.(HS)











