Kamis, 5 November 2026

Rico Apresiasi Langkah PUD Pasar Kota Medan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa pengembangan usaha dan kerja sama dengan pihak ketiga yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan harus tetap berorientasi pada keberlangsungan pasar dan kesejahteraan pedagang. Ekspansi bisnis jangan sampai membuat PUD Pasar melupakan tugas utamanya dalam mengelola dan memberdayakan pasar tradisional.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat ekspos Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kerja Tahun 2026 PUD Pasar di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Kamis (5/11/26).

Hadir dari pertemuan ini, Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kabag Perekonomian Reza Hanafi, Kadis Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana dan Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan serta jajaran PUD Pasar.

Rico mengapresiasi langkah PUD Pasar yang mulai mengembangkan usaha melalui kolaborasi dengan pihak ketiga. Sejumlah rencana kerja sama tersebut di antaranya pengembangan Blok Petisah, investasi di bidang olahraga di Pasar Halat, kerja sama dengan Inatek di Pasar Simpang Limun, hingga rencana pemanfaatan kantor lama PUD Pasar di Jalan Sutomo menjadi kawasan kuliner.

Meski demikian, Rico mengingatkan agar berbagai ekspansi tersebut tidak membuat PUD Pasar hanya berorientasi pada kerja sama bisnis dan penyewaan gedung.

“Cuma rekan-rekan sekalian perlu dipahami bahwasanya rekan-rekan tetaplah PUD Pasar. Bukan hanya kerja sama dengan pihak ketiga atau sewa-menyewa gedung. Bagaimana mengembangkan usaha, tetapi core dari PUD Pasar itu sendiri tidak hilang, yaitu pemberdayaan kepada para pedagang pasar,” tegas Rico Waas

Menurut Rico Waas, keberhasilan pengelolaan pasar tidak cukup diukur dari banyaknya investasi maupun kerja sama yang berhasil dibangun. Lebih dari itu, PUD Pasar harus mampu memastikan para pedagang mendapatkan tempat berjualan yang layak, lingkungan pasar semakin tertata, sistem perdagangan semakin baik, serta usaha mereka dapat berkembang mengikuti perubahan zaman.

Ia juga meminta agar pembenahan pasar dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya terpusat pada pasar-pasar yang sedang mendapatkan investasi atau revitalisasi.

Rico mencontohkan kondisi Pasar Simpang Limun dan Pasar Kampung Lalang. Meski bangunan pasar telah diperbaiki, aktivitas perdagangan justru masih banyak berlangsung di luar bangunan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu dicermati, mulai dari kenyamanan berbelanja, aksesibilitas hingga sistem pengelolaan pasar.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang menginginkan belanja praktis atau drive thru turut menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat cenderung memilih berhenti sebentar di pinggir jalan, membeli kebutuhan, kemudian langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus masuk dan mencari tempat parkir di dalam pasar.

Akibatnya, aktivitas perdagangan di luar bangunan semakin sulit dikendalikan, memicu kesemrawutan, mengganggu arus lalu lintas, bahkan membuat petugas Satpol PP menghadapi kesulitan dalam melakukan penertiban.

“Ini harus ada solusinya. Bagaimana mengembalikan masyarakat dan para pedagang agar bisa kembali ke dalam pasar, tidak lagi berjualan di luar. Karena yang terjadi adalah kekumuhan,” ujarnya.

Rico menekankan, pembenahan pasar harus disertai evaluasi terhadap sistem dan pola pelayanan agar masyarakat kembali tertarik berbelanja di dalam pasar. Penataan fisik bangunan saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan pengelolaan yang mampu menjawab kebutuhan pedagang dan konsumen.

Ia juga menyoroti masih banyaknya pasar yang membutuhkan perhatian, termasuk Pasar Belawan dan Pasar Marelan. Karena itu, Rico meminta PUD Pasar menyusun gambaran besar mengenai strategi penyehatan keuangan perusahaan sekaligus rencana pembenahan pasar-pasar yang kondisinya membutuhkan perbaikan.

Menurutnya, PUD Pasar perlu memiliki perencanaan yang jelas mengenai sumber pembiayaan revitalisasi, apakah melalui kemampuan keuangan perusahaan sendiri, kerja sama investasi, maupun dukungan pemerintah daerah atau pemerintah pusat.

“Bergerak sudah bagus dibanding tidak bergerak sama sekali. Sekarang PUD Pasar sudah bergerak maju. Tapi saya hanya ingin menitipkan, jangan dilupakan core bisnis utamanya, tentang bagaimana mengakomodasi pasar tersebut supaya tetap baik,” pungkas Rico Waas. (HS)