Anaknya diduga dibakar hingga tewas beberapa waktu yang lalu, Ribut Hartono (53) mengaku sedih lantaran menjalankan puasa di hari pertama seorang diri.
Ribut yang tak lain ayah dari almarhum Deni Pratama (23) saat diwawancarai di Perumnas Mandala kembali memohon pihak kepolisian (Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan, Polda Sumut) agar segera menangkap pelaku utama pembakaran anaknya diduga berinisial HN dengan cepat.
“Kasus pembunuhan ini sudah 5 bulan yang lalu terjadi, pelaku utamanya belum juga tertangkap. Jika HN tidak segera ditangkap, saya takut akan ada lagi korban berikutnya. Cukup anak saya yang menjadi korban kekejian dari para pelaku,” katanya, Rabu (13/3/2024).
Saya orang susah, dan tak punya apa apa. Dengan ini Saya memohon kepada Bapak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan agar mendalami lagi kasus tersebut. Sebab hingga kini, tuduhan pencurian handphone terhadap almarhum belum juga terbukti. Rumor di lapangan juga membeberkan bahwa yang mencuri HP itu tak lain diduga adalah tersangka SS alias Leo yang kini sudah ditangkap polisi. Polisi harus melakukan pengembangan untuk mengamankan penadah handphone curian itu.
“Selain itu polisi harus bekerja ekstra untuk penyelidikan terhadap LH alias Ucok yang hanya dijadikan saksi. Pada saat dilakukan beberapa adegan rekonstruksi, LHP alias Ucok yang membelikan minyak bensin hingga terjadi pembakaran terhadap anak saya,” ujar Ribut usai melaksanakan Sholat Dzuhur.
Ayah 3 anak itu mengatakan, saat ini dirinya sangat kehilangan almarhum, sebab selama Bulan Puasa pada tahun-tahun sebelumnya bisanya dia dan mendiang selalu sahur bersama dan becanda. Namun tahun ini dan tahun berikutnya dia akan menjalankan puasa seorang diri. Almarhum di alamnya sana pasti sedih melihat bapaknya seperi ini. Almarhum di sana pasti tidak tenang lantaran pelaku masih bebas berkeliaran.
“Hingga saat ini saya masih terus mencari pelaku utamanya walaupun nyawa jadi taruhannya, dan tidak tau harus mengadu dengan siapa lagi. Setiap hari saya hanya bisa laksanakan Sholat Sunnah, Sholat Ghoib, Sholat Witir, Sholat Gerhana, Sholat Dzuhur dan Sholat Ashar, untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar polisi tergerak untuk serius memburu pelaku serta dihukum seberat-beratnya,” ucapnya.
Sebelumnya, dituduh mencuri HP dan tanpa adanya alat bukti, Deni (23) warga Jalan Perkutut Raya Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang diduga dibakar hidup-hidup oleh 2 pria di Jalan Pipit 7 Perumnas Mandala, Rabu (25/10/2023) siang.
Dengan kondisi luka bakar, korban yang sekarat sempat menjalani operasi di RS Mitra Sejati dan dirawat di Ruang ICU selama 6 hari. Pada, Selasa (31/10/2023) siang korban akhirnya tewas dan belum sempat bertemu dengan kembarannya, Dani (23) yang saat itu sudah berangkat dari Malaysia menumpangi pesawat menuju Kota Medan. (Red)











