Selasa, 20 Januari 2026

Antonius Minta Pemko Medan Perbesar Dana Alokasi Bantuan Bencana

Anggota DPRD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor, meminta Pemko Medan untuk memperbesar alokasi dana bantuan terdampak bencana pada APBD Kota Medan.

Dengan menambahkan anggaran alokasi dana, agar tidak ditemukan lagi adanya warga yang meminta-minta dipinggir jalan.

“Harapan kita, jangan ada lagi peminta minta bila terjadinya bencana. Namun pemerintah harus hadir dan tanggungjawab dalam membantu korban bencana”, kata Antonius.

Hal itu disampaikan Antonius Devolis Tumanggor saat menggelar sosialisasi produk hukum daerah Kota Medan ke IV Tahun 2022 Perda Kota Medan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Bencana di lapangan parkir PSMS Stadion Kebun Bunga, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (23/4/2022).

Budaya meminta-minta sumbangan, bila terjadi bencana hendaknya dihilangkan. “Kita malu melihat warga menjadi pengemis karena korban bencana. Pemko Medan harus gerak cepat mengatasi dan tanggungjawab apa bila ada bencana, serta membantu korban”, ungkapnya.

Antonius Tumanggor berharap agar Pemko Medan dapat menganggarkan dana besar di APBD untuk peruntukan penanggulangan bencana. “Karena selama ini bantuan bagi korban bencana sangat minim, dan bahkan sulit mendapatkannya”, katanya.

“Kepada warga juga diharapkan jangan membuang sampah dengan sembarangan, karena itu dapat membuat parit/sungai tumpat, sehingga bisa berdampak bencana banjir”, ujarnya.

Sekretaris Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan M Yamin Daulay mengatakan, “bila sampah tidak dikelola dengan baik, akan berdampak bencana. Namun bila dikelola dengan baik, akan bermanfaat melalui Bank Sampah”, kata Yamin.

Diakhir sambutannya, Antonius Tumanggor menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, karena telah memilih Ianya menjadi anggota DPRD Medan. “Saya ada untuk anda (red-masyarakat)”, pungkasnya.

Turut hadir, Camat Medan Petisah diwakili Sekretaris Camat Junaidi Lumbangaol, Lurah Petisah M Afif, mewakili Dinsos Linda Silalahi, sejumlah Kepling, tokoh agama dan ratusan masyarakat.