Jumat, 23 Januari 2026

Debat Publik Ke 3, Paslon Gubsu Saling Sindir

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara menggelar Debat Publik Ketiga, menghadirkan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 01 Bobby-Surya dan Nomor 02 Edy-Hasan di Hotel Tiara Convention Center Medan, Rabu (13/11/2024) malam.

Usai menyampaikan visi dan misinya, Paslon Gubsu nomor urut 02 Edy-Hasan menyampaikan, daerah Sumatera Utara di tahun 2023 anggaran sebesar 13,5 triliun dengan jumlah penduduk 16 juta di 33 Kabupaten dan Kota seperti pertanyaan yang disampaikan oleh moderator debat publik ketiga ini.

“Upaya-upaya yang harus kita tekankan potensi wilayah yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota ini harus kita optimalkan sesuai dengan kemampuan wilayah tersebut. Dan apa yang menjadi potensi di wilayah tersebut, pastinya kita punya perkebunan, nanti dengan hadirnya kita sebagai pemimpin untuk membantu Pertanian, Peternakan, Perkebunan di Kabupaten/Kota dengan potensi yang kita punya harus kita kembangkan,” kata Cagubsu Nomor urut 02 Edy.

Kemudian, kedua sambung Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy mengatakan, operasi harus turun sehingga tengkulak-tengkulak di daerah itu bisa diatasi. “BUMD harus turun ke bawah, ada Bank Sumut yang siap memfasilitasi memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu rakyat-rakyat yang membutuhkan dalam mengembangkan potensi wilayahnya di daerah dan yang pasti adalah mereka memerlukan bimbingan dari pimpinan yang bersih dan bisa dipercaya oleh rakyat serta memegang teguh semua aturan, bukan pimpinan yang mudah mengatur-ngatur aturan,” kata Edy lagi.

Menanggapi pernyataan paslon nomor urut 2, paslon nomor urut 01 Bobby-Surya menyebutkan tentang BUMD. Menurutnya, BUMD ada dua fungsi sebenarnya, pertama adalah layanan kepada masyarakat, contoh BUMD menangani adalah PDAM tirtanadi 80% lebih telah melayani masyarakat Kota Medan, namun hari ini yang dirasakan masyarakat Medan airnya Kadang hidup kadang tidak ataupun hidup, dan warnanya coklat, tapi yang diminta dipastikan oleh masyarakat itu adalah minta dibayar terus tiap bulan

“Kami memastikan layanan-layanan publik atau layanan masyarakat dapat dikelola BUMD dengan baik, dan memastikan layanannya dapat dirasakan masyarakat, baru apresiasi dari masyarakat akan bisa kita minta pembayarannya. Lalu kedua, tadi juga menyebutkan Bank Sumut, kami yakin Bank Sumut ini adalah salah satu BUMD yang luar biasa menyalurkan kredit seperti bank-bank lainnya, dan kita janji ke depannya Bank Sumut tidak akan defisit,” kata Bobby.

Disisi debat tersebut Edy menanggapi kritik Bobby dengan menyampaikan kekurangan air adalah 24.000 kubik per detik tetapi saat ini bisa terjawab.

“Saya ulangi pengelolaan air saat itu 24.000 kubik liter per detik, saat ini tinggal 17.000 liter per detik. Memang, selama 5 tahun kami kelola memang belum sempurna walaupun belum bisa menjawab kebutuhan permintaan rakyat kita, tapi berangsur membaik dan ada bantuan dari Kementrian dari PUPR untuk membangun instalasi-instalasi kita berjalan dengan baik, untuk Bank Sumut tidak pernah defisit,” jawab Edy menanggapi pertanyaan Bobby. (Roi)