Selasa, 20 Januari 2026

Diduga Judi Dadu & Sabung Ayam Bebas Operasi di Marelan

Lapak judi dadu dan sabung ayam yang diduga berada di Gang Bunga Pasar 4, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Marelan, Kota Medan, hingga kini masih eksis beroperasi. Komitmen Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto SIK MH dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman SH SIK MM CPHR CBA untuk berantas perjudian pun terkesan dipertanyakan.

Diketahui, lapak judi dadu dan sabung ayam yang dikelola berinisial W sudah cukup lama beroperasi. Tapi anehnya, tak sekalipun pihak kepolisian khususnya Polres Pelabuhan Belawan turun melakukan tindakan.

Langgengnya bisnis judi dadu dan sabung ayam yang dikelola W diduga tak terlepas dari lobi-lobi dan bagi-bagi ke petinggi jajaran Polres Pelabuhan Belawan.

“Pasti ada lobi-lobi dan setor ke oknum cokelat dan loreng lah. Kalau gak setor, pasti digerebek lah,” ujar AC (56) yang mengaku sudah sering main ke lokasi judi dadu dan sabung ayam Pasar 4 Marelan, Jumat (25/7/2025) siang.

Dijelaskan AC, lokasi judi ini buka setiap hari. Hanya saja, setiap hari Sabtu dan Minggu selalu ramai.

“Kalau digerebek, hari sabtu atau minggu, karena ramai pemainnya,” kata AC.

Pantauan wartawan di lokasi pada, Minggu (19/7/2025) kemarin, lapak judi sabung ayam milik W disesaki ratusan pemain dan pengunjung. Tak heran, jika omset lapak judi itu bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Dijelaskannya, tidak sembarangan orang bisa masuk ke lokasi. Sebab, di pintu masuk utama, selalu dijaga sejumlah pria diduga preman dan aparat.

“Setiap orang yang mau masuk pasti ditanyai. Kalau wajahnya asing, pasti langsung disuruh balik arah atau pulang,” katanya.

Untuk taruhan, sumber menyebut jika sekali show, taruhan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Di lokasi itu selalu ramai. Pemainnya pun pemain besar. Makanya taruhannya bisa ratusan juta sekali show,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman SH SIK MM CPHR CBA ketika dikonfirmasi awak media terkait lokasi judi tersebut, Minggu (27/7/2025), hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan. (HS)