Ibadah perayaan natal Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI) Jemaat Filadelfia, Polonia, Medan berlangsung aman dan sukacita pada hari Sabtu (24/12/2022) malam.
Natal ini diwarnai pujian dan penyembahan diiringi lantunan Tim musik GPdI Filadelfia dengan tarian anak sekolah minggu, Jingle bells Rock, Nothing Is Impossible, tarian tradisional beserta Koor gabungan.
Doa pembuka dibawakan oleh Delvi Manalu dan acara natal ini dipandu oleh Christyoko Sidharta. Natal ini dirayakan sukacita namun tetap mengikuti protokol kesehatan Covid 19.
Penyalaan lilin diiringi lagu malam kudus oleh Gembala GPdI Filadelfia Pdt Donald Wakkary, Gembala gereja anak Pdt Devy Wakkary, Ketua Panitia Natal Evi Irma Lestary, Ketua kaum pria Bapak Yarman Lambani, Ketua kaum wanita Ibu Adilina Lase, Youth Silvia Aritonang dan Guru sekolah minggu Ruth Tobing.
Tema perayaan natal ini: Giving, Yohanes 3:16, yaitu karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Renungan natal disampaikan oleh Majelis Daerah GPdI Sumut-Aceh Pdt Donald Wakkary. Dalam renungan natalnya Gembala GPdI Filadelfia Ini menyampaikan kelahiran Tuhan Yesus ke dunia adalah karena Kasih Karunia.
“Karena kasih karunia Dia memberi anaknya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus untuk lahir ke dunia sekitar 2000 tahun silam dan dilahirkan dari seorang perempuan suci bernama Maria”, katanya.
Kemudian Natal dirayakan dimana-mana, Yesus rela berkorban dalam kalvari demi menebus dosa manusia, ucapnya.
Dalam pesan natalnya Pdt Donald Wakkary yang merupakan Wakil Koordinator Next Generation Sumatera Berdoa menambahkan tentang kasih Allah pada dunia.
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Pernahkah kita bertanya mengapa ada 2 salib di sebelah salib Kristus?. Mengapa tidak 6 atau 10?. Pernahkah kita bertanya- tanya mengapa Yesus berada di tengah?, mengapa tidak di ujung kanan atau di ujung kiri?. Mungkinkah kedua salib di bukit itu melambangkan salah satu karunia terbesar Allah?, atau Karunia pilihan. Kasih karunia Allah sangat menarik ketika dijelaskan tapi tidak bisa ditolak ketika dialami. Kasih karunia cukup kuat untuk menghapus rasa bersalah kita. Kasih karunia cukup besar untuk menutupi rasa malu kita. Kasih karunia cukup nyata untuk memulihkan relasi kita”, kata Pdt Donald Wakkary.
“Kasih karunia cukup kuat untuk menopang kita ketika lemah. Kasih karunia cukup manis untuk menghilangkan kepahitan. Kasih karunia cukup memuaskan untuk menghadapi kekecewaan kita. Kasih karunia cukup indah untuk menebus kehancuran kita. Penjelasan tentang kasih karunia memang diperlukan, tapi pengalaman kasih karunia merupakan keharusan”, jelasnya.
Dalam kesempatan ini Ketua Panitia natal Evi Irma Lestary menyampaikan Puji Tuhan, Kita semua bersuka cita atas terselenggaranya malam natal GPdI Filadelfia ini dengan baik, aman dan sukacita. Walau berlangsung selama hampir 3 jam, jemaat yang hadir bersuka cita dan natal ini dihadiri sekitar ratusan orang.
Selanjutnya pembagian bingkisan natal yang disampaikan pada Gembala GPdI Filadelfia dan keluarga, tamu undangan yang baru datang, jemaat yang setia membantu di belakang layar, pelayan dari tim musik, anak-anak tamborin, Usher dan guru-guru sekolah minggu.
Pantauan media ini, terlihat aparat kepolisian, berjaga-jaga mengamankan perayaan natal ini di depan gerbang gereja. (Rahel Sukatendel)











