Suatu peristiwa penting dalam simbol pelayanan yang dilakukan oleh Yesus kepada murid-Nya yaitu pembasuhan kaki. Peristiwa ini merupakan bagian dari perjamuan terakhir Yesus bersama murid-Nya sebelum ditangkap dan disalibkan.
Aktivitas ini didasarkan pada catatan Injil Yohanes 13:1–17 bahwa Yesus melakukan pelayanan tersebut pada saat perjamuan malam terakhir. Secara khusus, dalam ayat 14–17, Yesus berkata “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu”. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Aku berkata kepadamu “Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya”.
Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) menggelar kebaktian pembasuhan kaki di Gedung GSRI Kabanjahe Jalan Veteran, Kabupaten, Karo, Sumut, Rabu siang (26/11/2025).
Acara ini dibuka dengan doa oleh Gembala Sidang GSRI Pdt Drs Ependi Bukit dan kebaktian ini diwarnai pujian dan penyembahan pada Tuhan yang dihadiri lebih 1000 orang dari sejumlah daerah di tanah air.
Dalam firmannya, Pdt Drs Ependi Bukit menjelaskan tujuan pembasuhan kaki supaya dalam pelayanan gereja dapat saling merendahkan hati dan saling mengasihi satu dengan yang lain dalam bekerja sama untuk kemajuan pelayanan sidang.
Hal ini sesuai Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” dan menjadi pelaku firman. Dalam Yakobus 1:22 disampaikan,
Jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”. Jadi dengan menjadi pelaku firman maka dengan cara demikian kita dilawat oleh Tuhan, katanya.
Lalu kehendak Tuhan yang lain adalah meninggalkan perbuatan lama, dalam Kolose 3:5 “mematikan segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan keserakahan, yang disamakan dengan penyembahan berhala, namun kita mengenakan sifat-sifat Kristus yang baru yairu sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak Tuhan, jelasnya.
Acara ini diakhiri dengan berdoa bersama, dalam kebaktian pembasuhan kaki ini roh kudus bekerja melawat yang hadir. Melawat Hamba-hamba Tuhan dan mempersehatikan Hamba Tuhan dan seluruh yang hadir, menimbulkan tunas-tunas baru, sesi pengakuan dosa bagi yang belum selesai keadaannya dan doa kesembuhan bagi yang sakit. (RS).











