Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) Jemaat Sei Wampu Medan, merayakan natal penuh sukacita di Balai Namaken, Padang Bulan, Medan pada hari Senin (05/12/2022) malam.
Doa pembuka dibawakan oleh Gembala Sidang GSRI Pdt Drs Ependi Bukit dan dilanjutkan pujian Hormati Hu.
Sukacita natal terpancar dari kepujian dan penyembahan dari Hamba Tuhan, anak-anak sekolah minggu, Pemuda–Pemudi, jemaat Sei Wampu dan undangan.
Acara ini dipandu oleh EV Natanail Surbakti dan kepujian bagi Tuhan dikumandangkan oleh anak sekolah minggu yaitu selamat-selamat datang, hari ini ialah hari Natal, Kini saat bergembira.
Girang besar, mari kita pergi ke kota Betlehem, Yesus Raja damai, mari semua orang, Seribu lilin, Yesus cinta saya, Yesus Terang dunia dan lilinku terang. Dilanjutkan Mahkota kehidupan, Tuhan tahu yaitu pujian Pemudi.
Dilanjutkan pujian, Biar aku kecil dan Oh Yes oleh anak sekolah minggu kecil, dilanjutkan rancanganmu indah, ketahuilah hai isi dunia, Yesus telah lahir dan padang rumpun yang sunyi.
Yesus Dombe-dombe tinggi namamu dipuji oleh Pemuda, terhebat terdahsyat, kulayangkan pandanganku ke gunung-gunung. Lalu ditambah pujian kaum bapak dan ibu, natal kasih terindah, malam kudus, kami semua cinta Yesus (Trio).
Kemudian pujian pemuda-pemudi yaitu Come Thou Fount of Every Blessing dan Raja Mulia, terakhir pujian berkat rumah keluargaku dan kami datang penuh panggilan-mu Tuhan, Selamat hari natal pujian dari keluarga besar GSRI Sei Wampu ditambahkan pujian dari Hamba-hamba Tuhan GSRI dan undangan ikut mewarnai sukacita atas kelahiran sang Juruselamat Dunia.
Perayaan natal GSRI Jemaat Sei Wampu ini juga diwarnai dengan Liturgi anak-anak sekolah minggu dan Pemuda-Pemudi. Lagu malam kudus diiringi penyalaan lilin-lilin kecil bagi seluruh hadirin turut menyemarakkan suasana natal. Natal ini digelar sukacita dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Renungan natal disampaikan oleh Gembala Sidang GSRI Pdt Drs Ependi Bukit. Dalam renungannya disampaikan makna natal sebagai jalan perdamaian bagi manusia dengan pencipta-Nya dengan mengutus anaknya yang tunggal, yaitu Yesus yang telah lahir di kota Betlehem.
“Kasih Allah dinyatakan dalam mengutus anaknya yang tunggal, yaitu Yesus untuk menyelamatkan dunia dari dosa. Yohanes 3 : 16, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakannya anaknya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya padanya, tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal, Kasih Allah dinyatakan dalam mengutus anaknya yang tunggal, yaitu Yesus untuk menyelamatkan dunia dari dosa.
Berkat keselamatan yang kita alami, diharapkan dapat mengubah hidup kita menuju karakter Kristus yang diharapkan”, katanya.
Saling mengasihi dalam sidang jemaat merupakan harapan Kristus untuk saling menguatkan dalam pelayanan, jelasnya menambahkan ayat Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 4:11, Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi dan Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?. (Rahel Sukatendel).











