Kinerja Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kembali diduga menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari salah satu legislator Partai Gerindra di DPRD Kota Medan, Andreas Pandapotan Purba SAK yang menilai kepemimpinannya belum mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Kepada wartawan, Kamis (6/8/2026) siang, anggota Komisi I DPRD Kota Medan tersebut menyayangkan minimnya respons Pemerintah Kota Medan dalam menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui dirinya sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, persoalan sederhana seperti perbaikan jalan berlubang dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) hingga kini masih sulit direalisasikan, meski telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Keluhan masyarakat yang kami sampaikan seharusnya menjadi perhatian utama. Namun, hingga saat ini masih banyak jalan berlubang yang belum diperbaiki dan LPJU yang tidak kunjung ditangani. Padahal, itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Andreas Purba.
Pria yang akrab disapa APP itu menilai kinerja Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diduga masih jauh dari harapan masyarakat. Menurutnya, Pemerintah Kota Medan lebih sering menampilkan kegiatan seremonial dibandingkan menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Jangan hanya sibuk dengan kegiatan seremonial dan pencitraan. Masyarakat membutuhkan kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mereka, bukan sekadar acara-acara yang bersifat simbolis,” tegas APP.
Ia menilai lambannya tindak lanjut terhadap laporan masyarakat dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah. Sebagai wakil rakyat, kata dia, pihaknya berkewajiban menyampaikan setiap aspirasi warga agar segera ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Sudah 3 bulan kami menyampaikan persoalan dan kebutuhan masyarakat yang kami terima hasil dari Sosper, Wasbang dan Reses. Dari 10 laporan masyarakat, hanya 1 yang terealisasi. Belum lagi persoalan komunikasi Kepala Dinas terkait yang jarang merespon panggilan telepon dan juga pesan WhatsApp kita. Padahal, kita hanya meneruskan aspirasi masyarakat, kami tidak mengemis hal lain, fokus kita hanya untuk kepentingan masyarakat kota Medan yaitu tindak lanjut dari aspirasi warga,” bebernya.
Legislator Gerindra itu berharap Wali Kota Medan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah pemerintahan bukan diukur dari banyaknya agenda seremonial yang dilaksanakan, melainkan dari seberapa cepat pemerintah mampu menyelesaikan persoalan yang dirasakan masyarakat setiap hari. (HS)











