Kasus Penganiayaan kembali terjadi di Tapanuli tengah, oknum wartawan online bernama Humisar Carles Pardede (50) diteror dan dianiaya Orang Tidak Kenal (OTK) di Jalan Simpang Muara, Pandan, Tapanuli Tengah, Rabu (18/5/2022), sekira pukul 21.00.
Akibat penganiayaan tersebut, Carles diduga mengalami luka bacok, dan lembam pada bagian kepala serta luka sayat sepanjang 4 centi meter pada bagian wajah.
Carles Pardede yang dihubungi via seluler kamis (19/5/2022) mengatakan, bahwa pelaku ada sebanyak 2 orang dengan mengendarai sepeda motor jenis matic.
“Begitu menganiaya, dengan menghantamkan benda keras pada bagian kepala serta menggunakan benda tajam. mereka langsung pergi”, kata Carles mengaku tidak mengenal pelaku.
Kuat dugaannya penganiayaan yang dilakukan oknum OTK tersebut, akibat dirinya yang cukup vokal dalam mengkritisi hal-hal tertentu di kabupaten Tapanuli tengah.
“Kemudian, dugaan saya terkait adanya postingan saya tentang pejabat KDH yang diusulkan pak gubernur untuk memimpin Tapteng, mungkin hal-hal tersebut yang memicu, hingga OTK tersebut menganiaya saya”, jelas Carles.
Usai kejadian tersebut, Carles Pardede langsung melapor ke Polsek Pandan, dan oleh Polsek Pandan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Sementara itu, beberapa saat usai kejadian, Istri Carles Pardede, Rahimah Pasaribu (55), yang mendapat informasi langsung bergegas ke rumah sakit, sesampai dirumah sakit, dia menangis histeris setelah melihat suaminya terkapar di Rumah Sakit Pandan.
“Saya diberitahu lewat seluler kalau suamiku baru saja dianiaya Orang Tidak Kenal (OTK) di Simpang Muara, Pandan, Tapteng, dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis”, terang Dia.
Dirinya, meminta pelaku penganiayaan dapat diungkap kepolisian untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Tangkap pelakunya”, kata Rahimah, sambil menangis melihat suaminya.
Rahimah mengakui kalau suaminya, Carles Pardede cukup vokal menyuarakan berbagai kasus yang terjadi didaerah ini. Pungkasnya.











