Perayaan natal berlangsung dengan aman, kondusif dan damai pada 24-26 Desember 2022 di Medan, Sumatera Utara. Dalam menciptakan kondisi yang aman dan damai dalam perayaan natal ini, aparat kepolisian, TNI maupun Pemerintah, termasuk seluruh lapisan masyarakat berperan besar dalam menciptakan suasana yang aman dan damai dalam mendukung perayaan natal yang telah digelar umat kristiani ini. Untuk itu segenap pihak bersyukur atas berlangsung perayaan natal ini dengan aman dan damai.
Namun wacana Indonesia diduga diprediksi akan mengalami resiko resesi global tahun 2023 menjadi perhatian masyarakat akhir-akhir ini.
Tokoh masyarakat Sumut Dr Parlindungan Purba SH MM menghimbau masyarakat Sumut jangan terlampau kuatir, tapi marilah kita menjadi lebih kreatif untuk survive dalam menghadapi tantangan ini.
“Tetap semangat dalam menghadapi tahun 2023, dibutuhkan cara berpikir dinamis dalam menghadapi masa yang akan datang. Hidup lebih berhemat, menjaga kesehatan, mengevaluasi diri, apa yang telah dilakukan dan akan dilakukan. Dan melakukan komunikasi dengan Tuhan, diri sendiri dan sesama”, ucap Calon anggota DPD RI ini.
Dalam pesan natalnya, Parlindungan Purba menyampaikan kelahiran Yesus ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, jadi ke depan, diharapkan Tuhan Yesus lahir setiap hari dalam kehidupan manusia untuk memberikan rasa damai dan sukacita dalam menghadapi tantangan hidup ke depan, tegas Parlin.
Sementara itu Tokoh Agama Pdt Edison Sinurat MTh, menanggapi kegalauan diduga resesi global di Indonesia tahun 2023 ini. Gembala GPdI SBE Bahorok ini mengatakan wacana ekonomi suram pada tahun depan, jangan membuat kita kuatir.
“Jangan takut karena Tuhan akan menyertai kita, diperlukan spirit berkorban dalam melayani Tuhan, dimana ketika kita berkorban, Tuhan akan memberkati. Kita bisa belajar dari perjalanan Yusuf dan Maria sekitar 151 Kilometer berjalan kaki dari Nazaret ke Betlehem, Orang Majus berjalan dari Iran ke Betlehem sekitar 2191 Kilometer mencari bayi Yesus dan Sida-sida naik kereta dari Eutopia ke Jerusalem sekitar 4111 kilometer”, jelasnya.
Pesan Natal Ketua Yayasan Sumatera Berdoa: Pdt Dr Robert Benedictus MA MTh
Sementara itu dalam pesan natal Ketua Yayasan Sumatera Berdoa Pdt Dr Robert Benedictus MA MTh disampaikan damai yang sudah kita terima dari Kristus itu jangan kita simpan atau kita nikmati untuk diri sendiri, melainkan untuk kita bagikan dan tularkan kepada sesama. Merupakan panggilan yang harus kita kumandangkan terus-menerus secara universal; di mana saja, kapan pun, dan sebagai apa pun kita berada. Bagaimana secara konkret agar damai itu menjadi sesuatu yang bisa kita upayakan dan hadirkan, dan tidak sebatas pada retorika, slogan, dan harapan saja.
“Tiga aspek yang berkaitan dengan damai, yaitu pertama, Penerimaan (Acceptance). Damai berarti kita mau dan rela menerima orang lain –termasuk diri kita sendiri- apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya . Kedua, Damai berkaitan dengan pengampunan (Forgiveness). Dan ini harus pertama-tama ditujukan kepada diri kita sendiri, pengampunan juga harus kita berikan kepada orang lain yang telah berbuat kesalahan kepada kita. Ketiga, Kasih (Love), Cinta kasih menyembuhkan dan memulihkan, serta mampu mengubah dukacita menjadi sukacita, jelasnya.
Pesan Natal Wakil Koordinator Next Generation: Donald Wakkary
Sementara itu pesan natal disampaikan oleh Wakil Koordinator Next Generation Sumatera Berdoa Pdt Donald Wakkary tentang kasih Allah pada dunia yang dijelaskan dalam Yohanes 3:16.
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Pernahkah kita bertanya mengapa ada 2 salib di sebelah salib Kristus?, Mengapa tidak 6 atau 10?. Pernahkah kita bertanya- tanya mengapa Yesus berada di tengah?, Mengapa tidak di ujung kanan atau di ujung kiri?. Mungkinkah kedua salib di bukit itu melambangkan salah satu karunia terbesar Allah?, Atau Karunia pilihan. Kasih karunia Allah sangat menarik ketika dijelaskan tapi tidak bisa ditolak ketika dialami. Kasih karunia cukup kuat untuk menghapus rasa bersalah kita. Kasih karunia cukup besar untuk menutupi rasa malu kita. Kasih karunia cukup nyata untuk memulihkan relasi kita. Kasih karunia cukup kuat untuk menopang kita ketika lemah. Kasih karunia cukup manis untuk menghilangkan kepahitan. Kasih karunia cukup memuaskan untuk menghadapi kekecewaan kita. Kasih karunia cukup indah untuk menebus kehancuran kita. Penjelasan tentang kasih karunia memang diperlukan, tapi pengalaman kasih karunia merupakan keharusan”, jelasnya.
Pesan Natal Bishop GTDI: Dr Fasa Aro Zendrato MPdK
Sementara itu Ketua Nasional Gereja Tuhan Di Indonesia (Ghurch of God of Prophecy) Bishop Dr Fasa Aro Zendrato MPdK dalam pesan natalnya menyampaikan moment natal kali ini merupakan kesempatan baik bagi kita untuk kembali kepada kebenaran Firman Tuhan dalam memaknai natal. Sekedar menyiapkan kaleidoskop ataupun rangkuman peristiwa tahun 2022 dan resolusi tahun baru 2023 tidaklah cukup, kita butuh langkah yang jelas dan pasti dalam menjalani panggilan kita sebagai murid Yesus Kristus di hari yang akan datang.
“Dengan semangat natal, yang pasti kita menang mengatasi persoalan-persoalan yang dimunculkan oleh dunia ini, dengan tetap menjaga kerendahan hati dan tetap melayani Tuhan. Oleh karena itu jauhkan sifat keegoisan untuk melayani kepentingan diri sendiri, jauhkan upaya mencari puji, jauhkan diri kita merasa yang paling penting. Kedamaian bagi gereja Tuhan tetap terpelihara dengan menaruh pikran dan perasaan yang ada dalam Kristus didalam diri kita masing-masing dalam perkataan, pikiran dan perbuataan kita. Anugerahnya yang akan selalu menopang dan memampukan kita untuk tetap berproses menjadi semakin serupa dengan Dia”, ujar Hamba Tuhan ini. (Rahel Sukatendel)











