Dukungan bagi anak-anak penyandang disabilitas intelektual untuk terus berprestasi di bidang olahraga mendapat perhatian serius dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Saat menerima audiensi jajaran Special Olympics Indonesia (SOIna) Sumatera Utara, Rico Waas bahkan berinteraksi langsung dengan para atlet yang akan membawa nama Sumatera Utara pada Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Oktober mendatang.
Di hadapan para atlet, pelatih dan pengurus SOIna Sumut, Rico Waas menegaskan Pemko Medan tidak akan mengabaikan keberadaan dan potensi anak-anak disabilitas intelektual. Menurutnya, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, pembinaan, kesempatan berprestasi, hingga masa depan yang jelas.
“Kita tidak melupakan atlet anak spesial ini. Mereka harus mendapatkan kebutuhan dan perhatian. Apa yang bisa kami bantu dalam menjalankan ini, akan kita lihat,” ujar Rico Waas didampingi Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti dan Kadispora T Chairuniza di Balai Kota, Rabu (23//9/2026).
Rico Waas juga menyampaikan keinginannya untuk melihat langsung para atlet bertanding sekaligus mengetahui perkembangan pembinaan yang dilakukan SOIna. Rico berharap dukungan terhadap atlet disabilitas intelektual dapat terus diperkuat sehingga mereka memiliki ruang untuk berprestasi dan menunjukkan kemampuan.
Dalam audiensi tersebut, Ketua SOIna Sumut August Sinaga bersama jajaran pengurus dan pelatih menyampaikan persiapan keberangkatan atlet Sumatera Utara mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober mendatang. Mereka meminta doa dan dukungan Pemko Medan bagi para atlet yang akan bertanding.
PESONAS merupakan ajang olahraga nasional bagi penyandang disabilitas intelektual yang mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Selain menjadi wadah kompetisi, ajang tersebut juga menjadi bagian dari seleksi atlet untuk mewakili Indonesia pada Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Chili.
SOIna Sumut juga meminta dukungan Pemko Medan untuk membentuk SOIna tingkat Kota Medan. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan memperluas pembinaan olahraga khusus bagi penyandang disabilitas intelektual sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk berprestasi.
Salah satu atlet yang hadir dalam audiensi tersebut adalah atlet lari, atlet renang Putra Abbas dan Zidan. Serta atlet lari Jhon dan atlet Bocce Mika Hutahaean.
Kehadiran para atlet menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi dan prestasi anak-anak penyandang disabilitas intelektual kepada pemerintah dan masyarakat. (HS)











