Selasa, 9 Juni 2026

Safari ke-17 PWPM, Bappeda Medan Ungkap Mega Proyek BRT Mebidang

Pembangunan infrastruktur Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang diduga tengah berlangsung di sejumlah ruas jalan Kota Medan ditargetkan rampung pada November 2027. Proyek transportasi massal tersebut diyakini akan menjadi solusi mobilitas masyarakat sekaligus menekan biaya transportasi warga.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferry Ichsan, saat menerima kunjungan Pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) dalam agenda Safari OPD ke-17 yang berlangsung di Kantor Bappeda Kota Medan, Senin (8/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pengurus PWPM menyoroti diduga berbagai pertanyaan masyarakat terkait pembangunan BRT, terutama mengenai penebangan pohon dan pekerjaan konstruksi yang dilakukan di sejumlah titik, termasuk di sepanjang Jalan Gatot Subroto.

“Di tengah pembangunan yang sedang berlangsung, masyarakat banyak mempertanyakan tujuan penggalian badan jalan dan penebangan pohon di median jalan. Mereka ingin mengetahui manfaat yang akan diperoleh dari proyek BRT ini,” ujar pengurus PWPM, Pran Hasibuan dalam sesi diskusi.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Ichsan menjelaskan bahwa area median jalan yang selama ini ditanami pepohonan akan dimanfaatkan sebagai koridor BRT, lengkap dengan fasilitas akses bagi penumpang dan pejalan kaki menuju halte transportasi massal tersebut.

“Pembangunan BRT Mebidang ditargetkan selesai pada November 2027. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya untuk jalur bus, tetapi juga mendukung aksesibilitas masyarakat pengguna transportasi publik,” ujarnya

Ia menegaskan, pemerintah tetap memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap program pembangunan. Setiap pohon yang ditebang sebagai konsekuensi pembangunan akan diganti melalui program penanaman kembali dengan jumlah tiga kali lipat.

Menurut Ferri, kehadiran BRT Mebidang nantinya tidak hanya meningkatkan konektivitas kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

“Dengan sistem transportasi massal yang terintegrasi, masyarakat dapat diduga mengurangi biaya perjalanan sehari-hari. Pengeluaran yang lebih efisien tentu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain maupun meningkatkan tabungan keluarga,” katanya.

Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan kunjungan ke Bappeda merupakan bagian dari agenda road show organisasi ke berbagai OPD di lingkungan Pemko Medan pasca pelantikan kepengurusan baru.

Menurut pria yang akrab disapa Ginting Cobra ini, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas agar insan pers yang bertugas di lingkungan Pemko Medan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh perangkat daerah.

“Melalui kunjungan ini kami ingin memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan akses informasi sehingga berbagai program pembangunan Kota Medan dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” ujar Ginting.

Menyambut kunjungan tersebut, Ferry Ichsan mengapresiasi langkah PWPM yang aktif membangun kemitraan dengan OPD. Ia menilai peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.

“Kami terbuka menerima masukan dan berdiskusi dengan rekan-rekan wartawan kapan pun diperlukan. Sinergi yang baik akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai program pembangunan Kota Medan,” pungkasnya.

Silaturahmi tersebut turut menegaskan sinergitas yang hangat antara OPD di lingkungan Pemko Medan dengan pengurus PWPM di bawah komando Muhammad Edison Ginting.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PWPM Irwan Sahat Manalu, Bendahara Zulfiana, Wakil Ketua Simon Hasrat Muslim Sembiring, Pran Hasibuan, Rohim, serta Bidang UMKM Amsari. Silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama. (HS)