Senin, 27 Juli 2026

Zainuddin Lubis Dipercaya Nakhodai Perbati Sumut

Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) terus mendorong penguatan organisasi di daerah sebagai bagian dari pengembangan olahraga tinju tanah air. Salah satu fokus saat ini adalah pembentukan kepengurusan Perbati Provinsi Sumatera Utara.

Ketua Umum Perbati, Ray Zulham Faras Nugraha melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen), Benget Simorangkir, mengatakan hingga saat ini organisasi tersebut telah terbentuk di 28 provinsi di Indonesia. Sejak berdiri di tingkat pusat di bawah kepemimpinan Ray Zulham, kata Benget, Perbati telah menyelenggarakan berbagai kejuaraan berskala nasional maupun internasional, termasuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia bahkan SEA Games, serta event-event berskala dunia lainnya yang telah digagas oleh Perbati.

Terkhusus di Sumatera Utara, Perbati juga telah aktif mengikuti berbagai agenda nasional, pelatihan wasit dan hakim bahkan persiapan jelang kejuaraan di Manado pada Agustus mendatang. Karenanya untuk memperkuat organisasi di Sumut, jajaran Perbati kini mendorong Zainuddin Lubis sebagai calon Ketua Perbati menggantikan mantan Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim.

Menurut Benget, Zainuddin Lubis dinilai memiliki komitmen dan visi yang kuat dalam membangun pembinaan olahraga tinju di Sumatera Utara.

“Beliau memahami organisasi Perbati dan memiliki keinginan besar untuk memajukan Perbati Sumatera Utara. Kami optimistis di bawah kepemimpinan beliau, Perbati Sumut akan berkembang lebih baik,” ujar Benget lewat sambungan seluler, Minggu (26/7/2026).

Sebelumnya Ondim telah diamanahkan sebagai Ketua Perbati Sumut secara langsung oleh Ray Zulham. Namun karena yang bersangkutan belakangan terseret kasus hukum, dicarilah pengganti yang dinilai memiliki karakter kuat untuk memajukan tinju amatir di Sumut.

Lewat berbagai pertimbangan internal, imbuh Benget, pengurus akhirnya mengusulkan nama Zainuddin Lubis sebagai figur yang dinilai paling siap memimpin organisasi. Benget juga menjelaskan, kepengurusan Perbati Sumut sebenarnya telah dilantik secara nasional pada November 2025 di Bali bersama kepengurusan provinsi lainnya. Namun untuk memperkuat roda organisasi di Sumut, dilakukanlah penyegaran kepemimpinan.

Menurut Benget, ke depan Perbati Sumut akan memprioritaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Sejumlah daerah seperti Binjai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tanjungbalai, dan Asahan telah mulai diajak berkomunikasi guna membentuk kepengurusan daerah.

Selain memperluas jaringan organisasi, Perbati juga akan melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution untuk memperkenalkan organisasi sekaligus meminta dukungan terhadap pengembangan olahraga tinju amatir ini di daerah.

Benget Simorangkir menegaskan bahwa Perbati merupakan organisasi yang memiliki dasar hukum dan legalitas yang jelas, sehingga diharapkan dapat menjadi wadah resmi pembinaan atlet tinju amatir di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Zainuddin Lubis secara terpisah mengaku siap mengemban amanah yang tidak mudah ini. Lewat semangat dan niat yang tulus bersama jajaran pengurus Sumut, serta elaborasi yang solid dengan pengurus di tingkat pusat, ia yakin mampu memberikan yang terbaik bagi pengembangan tinju amatir di daerah ini.

“Bismillah, insyaallah saya siap. Mohon doa dan dukungan kawan-kawan pengurus baik di tingkat pusat maupun Sumut. Semoga amanah yang diemban nantinya membawa berkah bagi prestasi atlet tinju kita, dan nama Perbati secara nasional,” pungkas pria yang akrab disapa Zai ini.

Hingga Juli 2026, Pengurus Besar Perbati —yang merupakan organisasi tinju Indonesia yang berafiliasi resmi dengan World Boxing dan Komite Olimpiade Internasional (IOC)—telah sukses menggelar beberapa kejuaraan besar serta mengukir prestasi internasional yang signifikan.

Adapun kejuaraan yang digelar dan diikuti serta prestasi yang diraih oleh Perbati, meliputi:

1. Kejuaraan Asia Tinju U-19 & U-23 2026 (Asian Boxing U19 & U23 Championships) diikuti sekaligus digelar oleh Perbati sebagai tuan rumah di Basket Hall, Senayan, Jakarta pada 3–16 Juli 2026. Skala kompetisi diikuti oleh 329 petinju muda putra dan putri dari 20 federasi nasional di seluruh Asia.

Prestasi yang diraih yaitu, tim nasional tinju Indonesia mencatat hasil melampaui target dengan mengoleksi 7 medali (1 emas, 1 perak, dan 5 perunggu). Salah satu medali emas diraih oleh petinju putri Anggie Intania Chalik di kelas 45–48 kg setelah mengalahkan petinju asal India. Capaian emas ini sekaligus mengakhiri penantian panjang prestasi tinju amatir Indonesia di level Asia selama 34 tahun.

2. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Perbati 2026 yang digelar oleh Perbati di Ragunan, Jakarta pada 11–14 Februari 2026. Yakni diikuti oleh 120 petinju dari berbagai daerah di Indonesia sebagai ajang seleksi nasional (Seleknas) atlet menuju Kejuaraan Asia. Hasil dari kompetisi ini berhasil menjaring 49 petinju terbaik untuk masuk ke dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dua lapis guna persiapan kalender internasional dan target jangka panjang Olimpiade Los Angeles 2028.

3. Rencana agenda mendatang setelah sukses menyelenggarakan kejuaraan Asia, Perbati saat ini tengah menargetkan untuk menghidupkan kembali Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden (President’s Cup) yang direncanakan digelar pada 2027 guna terus mengasah kemampuan para atlet nasional. (HS)