Minggu, 9 Agustus 2026

Wong Tekankan Gotong Royong Saat Wasbang

Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Minggu (9/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wong menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Medan Perjuangan Affan Harahap, perwakilan Kelurahan Indra Kasih Amaluddin Harahap, perwakilan Kesbangpol Pemko Medan Donald, serta ratusan peserta Wawasan Kebangsaan.

Dalam arahannya, Wong mengatakan semangat gotong royong merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pemerintah bersama DPRD memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat melalui berbagai program dan pelayanan yang tersedia.

“Untuk kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat. Karena kita sebagai masyarakat yang membayar pajak, tentunya pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat,” kata Wong.

Wong mengatakan persoalan yang dihadapi masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan sendiri. Karena itu, diperlukan kepedulian dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, serta berbagai unsur yang ada di lingkungan masing-masing.

“Hal-hal seperti ini sangat bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus ingat, tidak boleh sombong karena kita juga membutuhkan bantuan orang lain,” ujarnya.

Dia mencontohkan keberadaan organisasi sosial seperti Serikat Tolong Menolong (STM) yang selama ini menjadi salah satu wadah masyarakat untuk saling membantu ketika ada warga yang mengalami musibah maupun membutuhkan pertolongan.

Menurut Wong, semangat kebersamaan tersebut juga harus dibangun melalui kerja sama antara perangkat pemerintahan mulai dari tingkat lingkungan hingga DPRD.

“Di Kota Medan ada 21 kecamatan, 151 kelurahan, dan ribuan lingkungan. Semuanya bergotong royong bersama DPRD dan perangkat pemerintahan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Medan,” katanya.

Wong juga menyinggung kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan pemerintah maupun DPRD. Menurutnya, setiap persoalan masyarakat memiliki perangkat dan instansi terkait yang dapat dilibatkan untuk mencari solusi.

“Kalau ada masalah kesehatan, ada Dinas Kesehatan. Kalau masalah pendidikan, ada Dinas Pendidikan. Begitu juga dengan persoalan pangan dan lainnya. Semua perangkat itu digunakan untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Dia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan bekerja bersama-sama demi kepentingan masyarakat.

“Marilah kita bersama-sama selalu mengerjakan gotong royong untuk tujuan bersama, yaitu kesejahteraan rakyat Indonesia, tentu saja untuk kita semua,” imbuh Wong.

Kesbangpol Ingatkan Pentingnya Toleransi

Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Pemko Medan, Donald, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat.

Donald mengatakan nilai-nilai Pancasila harus terus digali dan diterapkan agar masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa mempertentangkan perbedaan.

“Bagaimana kita bisa hidup bersama karena sifat-sifat kita berbeda-beda. Bahkan dalam satu rumah, anak-anak kita bisa memiliki sifat yang berbeda. Tetapi bagaimana kita bisa hidup bersama dengan rukun, itu yang penting,” kata Donald.

Dia juga menyoroti pentingnya perhatian orang tua terhadap aktivitas anak, khususnya dalam penggunaan telepon seluler dan akses terhadap internet.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin mudah mendapatkan berbagai informasi. Karena itu, orang tua diminta tidak membiarkan anak menggunakan gawai tanpa pengawasan.

“Anak-anak sekarang diberikan HP. Dari HP itu mereka bisa mendapatkan segala macam informasi dengan jauh lebih cepat. Karena itu, orang tua harus memberikan perhatian dan pengawasan,” ujarnya.

Donald mengingatkan, kurangnya perhatian terhadap anak dapat membuat mereka rentan terpengaruh oleh paham radikalisme maupun berbagai hal negatif lainnya yang berkembang di internet.

“Jangan biarkan anak-anak kita sendiri dengan HP. Bisa saja mereka mendapatkan informasi tentang narkoba, radikalisme, dan berbagai pengaruh lainnya. Orang tua harus tahu apa yang dilakukan dan dilihat anak-anaknya,” katanya.

Dia berharap komunikasi antara orang tua dan anak terus dibangun sehingga anak memiliki tempat untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.

Wong: Gotong Royong Adalah Nyawa Pancasila

Usai kegiatan, Wong Chun Sen kembali menegaskan bahwa semangat gotong royong merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam mewujudkan persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia ini sangat penting bagi bangsa Indonesia supaya masyarakat memahami arti dan makna sesungguhnya dari Pancasila,” kata Wong.

Dia menyebut gotong royong sebagai “nyawa” Pancasila karena Indonesia merupakan bangsa yang sejak dahulu memiliki budaya hidup saling membantu dan bekerja bersama.

“Gotong royong adalah nyawanya Pancasila, karena Indonesia adalah bangsa yang hidup bergotong royong,” ujarnya.

Menurut Wong, kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kali ini secara khusus mengangkat makna gotong royong agar masyarakat tidak hanya memahami konsep tersebut, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Gotong royong ini dapat dilaksanakan dan dipedomani dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam rumah tangga, di sekolah, maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Wong berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya hidup berdampingan, saling membantu, dan tidak memperbesar perbedaan.

“Harapan kita kepada masyarakat, setelah memahami arti gotong royong ini, mereka dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya dan selalu hidup bergotong royong, berdampingan, tidak ada perbedaan. Sehingga Bhinneka Tunggal Ika kita dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (HS)