Senin, 27 April 2026

GPdI Jemaat SBE Bahorok Langkat, Rayakan Natal Penuh Sukacita

Gereja Pantekosta di Indonesia ( GPdI) Jemaat Simpang Bungara Estate (SBE), Bahorok, Langkat merayakan natal dengan sukacita di Jambur Taras, Bahorok, Rabu (14/12/2022) Sore.

Sukacita natal terpancar dari persembahan pujian dan penyembahan dari anak-anak sekolah minggu, Youth, Pelayanan Wanita dan Pelayanan Pria Pantekosta serta sahabat pelayanan gereja.

Pujian natal ini diwarnai Jemaat GPdI SBE Bahorok, pelayan GBKP Gotong royong Bahorok dan Bukit Lawang, GEPKIN, GEPKIM, Katolik, GBIS, GKII, GSRI yang tergabung dalam Jaringan Doa Langkat dan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Bahorok, Langkat ikut mewarnai sukacita natal.

Acara ini dipandu oleh Kornelius Prangin-angin. Ratusan orang yang berasal dari jemaat dan Pelayan sejumlah gereja di wilayah Langkat ikut hadir dalam meriahkan natal ini dengan pujian. Ditambah lagi kehadiran dan partsipasi voulenter guru Bahasa Inggris gratis yang merupakan warga asing di Bahorok.

Tema natal ini The Spirit Of Christmas (Semangat Natal). Sub thema : mari bersukacita bersama memperingati kelahiran Yesus Tuhan. Natal ini dirayakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Penyalaan lilin diiringi lagu malam kudus oleh Pengkotbah Pdt Edison Sinurat, MTh, Ketua Panitia natal Martalena br Prangin-angin, Sekretaris Camat Bahorok Sinuraya, Koramil Sitepu, Ketua BKAG Bahorok Niko Ginting, mewakili GPdI Wilayah Langkat Hulu Pdt Natal Tarigan dan mewakili Hamba-Hamba Tuhan Pdt Sadrakh Sembiring.

Setelah penyalaan lilin dilanjutkan dengan doa syafaat untuk mendoakan Bahorok, wilayah Langkat, Sumatera Utara, Indonesia agar bersukacita dalam menyambut dan menjalani tahun 2023 dengan penuh berkat.

Renungan natal disampaikan oleh Gembala GPdI SBE Bahorok Pdt Edison Sinurat, MTh. Dalam renungannya disampaikan makna natal adalah spirit berkorban, spirit mengampuni dan spirit tidak takut.

Dalam Yohanes 8:12 disampaikan maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, katanya ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup”, ucap Pdt Edison Sinurat.

“Banyak isu miring yang disampaikan pada tahun 2023 mendatang, katanya masa sulit secara ekonomi. Tapi jangan takut karena Tuhan akan menyertai kita, diperlukan spirit berkorban dalam melayani Tuhan, dimana ketika kita berkorban, Tuhan akan memberkati”, ujarnya.

Kita bisa belajat dari perjalanan Yusuf dan Maria sekitar 151 Kilometer berjalan kaki dari Nazaret ke Betlehem, Orang Majus berjalan dari Iran ke Betlehem sekitar 2191 Kilometer mencari bayi Yesus dan Sida-sida naik kereta dari Eutopia ke Jerusalem sekitar 4111 kilometer.

“Kedua adalah spirit mengampuni sangat dibutuhkan dalam menhjadapi tantangan zaman. Karena gencatan senjata tahun 1914 antara Sekutu dan Jerman bisa berhenti karena perdamaian dalam suasana natal. Terakhir spirit tidak takut karena kita didampingi Yesus sebagai terang dunia. Yesus adalah Alpha dan Omega, yang awal dan akhir”, pungkas Pdt Edison. (Rahel Sukatendel)