Senin, 22 Juli 2024

Anggota DPRD Medan Drs Wong Chun Sen Apresiasi Pemugaran Makam Guru Patimpus 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B mengapresiasi pemugaran makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi sang Founding Father atau pendiri Kota Madan atau Kota Medan.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pemugaran Makam Guru Patimpus di Desa Lama, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kami mengapresiasi pemugaran makam pendiri Kota Medan yang ada di Kabupaten Deli Serdang ini. Saya baru pertama kali kesini dan kalau tidak dipandu, tidak akan sampai disini. Ini adalah salah satu situs keramat yang harus kita jaga dan kita pelihara. Makam keramat ini juga bisa dijadikan tempat pembelajaran kepada generasi-generasi muda, khususnya anak sekolah. Jika mereka ingin tahu siapa pendiri Kota Medan, maka mereka bisa datang ke tempat ini untuk melihat langsung makamnya sekaligus berziarah. Makam Guru Patimpus juga dapat dijadikan sebagian dari wisata religi,” sebut Wong yang akrab disapa Tarigan mewakili Ketua DPRD Kota Medan Hasyim, SE, Minggu (23/10/2022) sore.

Generasi muda zaman sekarang, sebut Wong, mereka lebih sering melihat sosial media seperti Tik Tok, WhatsApp, Instagram, YouTube yang dibuat oleh orang luar negeri. Jadi dengan diluncurkan buku Bunga Rampai Guru Patimpus Sembiring Pelawi di Hotel Danau Toba Medan, Minggu (23/10/2022) kemarin, diharapkan ini dapat mendidik generasi-generasi muda supaya paham tentang sejarah tentang pahlawan, khususnya untuk lebih mengenal sosok pendiri Kota Medan.

“Untuk para generasi muda agar jangan melupakan sejarah. Ingat Jasmerah ya. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kita harus melestarikan budaya yang ada juga, itu tujuannya agar tidak punah dan hilang begitu saja,” kata Wong, Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan ini, Kamis (27/10/2022).

Tambah Wong, Guru Patimpus Sembiring Pelawi berasal dari dataran tinggi Karo, lahir pada tahun 1540 di Ajijahe, Tigapanah, Karo, Sumatera Utara dan meninggal pada 1 Juli 1590. “Tepat di hari ia meninggal, pada tanggal 1 Juli 1590 hingga saat ini dirayakan sebagai hari jadi, hari lahir dan hari ulang tahun Kota Medan,” jelasnya.

Pantauan awak media dilokasi, turut hadir keturunan kesebelas Guru Patimpus, Sidarta Sembiring Pelawi, MBA, Panitia Peluncuran buku dan Pemugaran makam Guru Patimpus yang diketuai oleh dr. JP Roy Kaban, Perwakilan Camat Hamparan Perak, Lurah Desa Lama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, pegiat media sosial Zack India atau yang dikenal Ketua Limpol, anak yatim piatu dan masyarakat sekitar.

Sebelum dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda bahwa pemugaran makam dimulai, keturunan kesebelas dan empat garis Keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, anggota DPRD Medan hingga perangkat desa yang hadir tak lupa memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu agar pemugaran makam berjalan lancar dan menjadi berkah bagi masyarakat.

Diakhir acara, Wong berharap agar kedepannya Pemko Medan dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk turut serta menjadikan makam Guru Patimpus ini sebagai objek wisata yang nantinya dapat dikenal oleh banyak orang.

“Bukan hanya masyarakat Kota Medan saja yang harus tahu siapa pendiri Kota Medan dan dimana keberadaannya. Diharapkan juga, sesuai permintaan dari masyarakat yang tadi saya dengar, di Deli Serdang juga harus ada Jalan Guru Patimpus. Jadi, itu bertujuan agar mempermudah siapapun orangnya yang akan datang mengunjungi makam pendirinya Kota Medan yang dimakamkan Di Desa Lama, Hamparan Perak ini,” pungkasnya. (Ril/Red)