Senin, 1 Juni 2026

Wong: Pancasila Sebagai Moral Anak Bangsa

Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral, etika publik, dan pandangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di halaman UPT SDN 064966, Jalan Sehati No.142, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Medan Perjuangan Ika Handayani Tarigan, Kasi Pemerintahan Kelurahan Tegal Rejo Octresia Marpaung, Tenaga Ahli Pimpinan DPRD Medan Sutrisno Panggaribuan, Zainuddin Lubis, serta ratusan warga setempat.

Acara diawali dengan pengenalan nilai-nilai Pancasila kepada peserta. Dalam sesi interaktif, Sutrisno Panggaribuan mengajak warga mengingat kembali butir-butir Pancasila dan UUD 1945. Meski sebagian peserta merupakan kalangan lanjut usia, mereka masih mampu menghafal dasar negara tersebut.

“Kita patut bangga. Ini menunjukkan nilai-nilai kebangsaan masih tertanam kuat. Generasi muda, khususnya Gen Z, harus melanjutkan semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Sutrisno.

Dalam sambutannya, Camat Medan Perjuangan Ika Handayani Tarigan mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi yang dinilai mampu memperkuat wawasan kebangsaan dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat kembali diingatkan bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Wong Chun Sen menegaskan bahwa Pancasila memiliki kedudukan strategis sebagai dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus sumber nilai moral dan etika publik.

“Pancasila bukan sekadar hafalan saat upacara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menghormati sesama, menjaga kerukunan, bergotong royong, hingga menghargai perbedaan,” ujarnya.

Menurut Wong, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini tidak terlepas dari mulai lunturnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan penguatan wawasan kebangsaan agar tetap memiliki pegangan dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia menjelaskan, sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan sikap saling menghormati antarumat beragama. Sila Kemanusiaan mengajarkan kepedulian terhadap sesama. Sila Persatuan Indonesia menjadi fondasi menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. Sedangkan sila Kerakyatan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, dan sila Keadilan Sosial menjadi landasan mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.

“Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan, keputusan, dan kebijakan. Ketika nilai-nilai itu diterapkan, maka akan lahir masyarakat yang beretika, bermoral, serta menjunjung tinggi persatuan dan keadilan,” tegasnya.

Wong juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah hidup dalam budaya masyarakat Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Bangsa Indonesia dihormati karena memiliki Pancasila sebagai jati diri dan kepribadian bangsa. Karena itu, kita harus terus menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Wong.  (HS)